Kenyataan ini membuat masyarakat semakin yakin akan bonafide-nya usaha/investasi Lihan. Lebih-lebih lagi, di tahun 2008 kemarin, Lihan sempat membuat heboh dengan membeli sebuah intan “Putri Malu” seukuran kelereng lebih besar sedikit dengan harga Rp 3 M. Label “ustad dengan investasi syariah” yang melekat pada dirinya pun mampu membangun kepercayaan masyarakat untuk menggelontorkan dana yang semakin banyak. Namun, di saat semakin banyaknya dana yang terkumpul, bagi hasil investasi pun macet.
Berikut ini alasan-alasan Lihan mengapa sampai detik ini belum memberikan bagi hasil kepada investor yang ditulis Bang Udin, kaki tangan Lihan di blognya http://bagirata.wordpress.com (sudah tidak bisa diakses) yang ditulis kembali oleh salah seorang komentator yang memakai nickname “Rianz” di http://maskun.blogdetik.com dalam tulisan berjudul: “Ustad Lihan, Sang Inspirator”:
1. Tanggal 29 Agustus 2009
Judul : ” Klarifikasi Ustadz Lihan ”
Menyinggung isu rekeningnya diblokir, Lihan membenarkannya. “Pemblokiran rekening itu bukan terkait teroris, tetapi hanya kebetulan saja karena prosedur BI lebih diperketat setelah kejadian bom di Jakarta, ucap Lihan. Menurut Lihan, sekarang ini setiap aliran dana dari luar dengan nilai besar wajib diperiksa.
“Saya ada menerima dana dari Singapura. Selama proses pemeriksaan, tak boleh ada transaksi dan rekening diblokir dulu. Jadi blokir rekening bukan karena saya terlibat aliran dana teroris, tetapi karena prosedur ketat BI yang mengkondisikan demikian,” jelas Lihan.
2. Tanggal 10 September, 2009
Judul : ” Seberkas Sinar ”
Sebagaimana dikabarkan bahwa hari kamis (10/09) Ustadz Lihan dalam mengurus permasalahan ini beliau bertolak ke Jakarta. Dan Alhamdulillah telah membuahkan hasil, bahwa dana para investor akan di upayakan sebelum Idul Fitri sudah bisa menerima dana hasil investasi mereka.
Hal tersebut beliau sampaikan dalam situs jejaring social beliau bahwa penyerahan dana hasil investasi. Berikut pernyataan resmi beliau yang saya kutip di status terbaru beliau di facebook:
“Setelah seharian berjuang mengurus dijakarta akhirnya ada keberhasilan Alhamdulillah sebelum hari raya kita bisa tersenyum lebar . Alhamdulillah ya Allah terima kasih teman teman yang udah dukung saya walaupun ada juga yang berkomentar jelek tapi itulah dinamika hidup”
Apa yang menjadi harapan kita semua tentunya juga menjadi harapn Ustadz Lihan, dan dalam penyerahan hasil nanti mudah-mudahan bisa secepatnya terealisasi. Amin.
3. Tanggal 24 September 2009
Judul : ” Rencana Pertemuan Lihan Dengan Investor ”
Ditemui di kediamannya, Lihan belum mau berkomentar tentang berbagai isu miring yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Namun ,ia meyakinkan, berbagai isu tersebut sangat menyesatkan, dan kemungkinan berasal dari orang-orang yang tidak suka dengan dirinya. “Besok saya akan keluarkan pers release yang keterangannya benar-benar dari saya, sehingga tidak simpang siur, dan bukan fitnah,” katanya saat ditemui di kediamannya, Rabu (23/9).
4. Tanggal 26 September 2009
Judul: ” Press Release Lihan ”
Dengan ini saya menjelaskan bahwa: Keterlambatan pembayaran kepada Investor dalam bisnis yang saya jalankan sama sekali tidak ada hubungan dengan kedatangan Tim Densus 88 Anti Teror ke rumah saya beberapa waktu lalu. Justru kedatangan itu merupakan silaturahmi biasa, Sebaliknya, keterlambatan disebabkan adanya keterlambatan pembayaran dari Pihak Pembeli sejak bulan Agustus 2009.
Coba cermati konsistensi alasan-alasan di atas. Menurut kabar, Lihan khawatir banyak isu menyesatkan sehingga blog yang diasuhnya di http://lihan.net dan blog Bang Udin di http://bagirata.wordpress.com ditutup (tidak dapat diakses). Mengapa tidak dikeluarkan saja postingan/tulisan untuk meng-counter isu-isu miring yang beredar, bukan malah menutup blog tersebut, sehingga ada kesan ingin menghilangkan jejak?
Mudah-mudahan, investasi Lihan tidak bernasib sama seperti Investasi Agribisnis Ramly Arabi (PT. QSAR) atau pun Investasi Ginseng CV. Medical dan uang para investor bisa kembali meskipun tanpa bagi hasil yang selama ini belum dibayarkan. Mengingat banyak teman-teman dan tetangga saya di Kalsel yang sedang pusing karena masalah ini. Saya nggak tahu apa yang akan terjadi di Kalsel dalam waktu dekat ini jika uang para investor tersebut tidak kembali. Semoga investasi semacam ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming hasil yang gedhe. Lebih-lebih lagi, menggunakan dana dari pinjaman dari bank dengan jaminan sertifikat tanah, rumah, dsb. untuk dialihkan ke investasi berisiko tinggi seperti ini. Silakan berkomentar di bawah tulisan ini jika ada kabar terbaru. Terimakasih.
